Milenial Cerdas Beragama, Sehat Tanpa Narkoba

Bidang Kemahasiswaan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam bekerjasama dengan Artipena (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba) dan GANMN (Gerakan Anti Narkotika dan Miras Nasional) akan menggelar webinar Anti Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang). Ulasan materi webinar mengulas seputar upaya pencegahan narkoba melalui pembahasan dari sudut pandang ajaran agama dengan tema “Milenial Cerdas Beragama, Sehat Tanpa Narkoba”

Irwin Ananta Vidada, SE, MM yang merupakan wakil kepala bidang pengembangan kapasitas  DPP Artipena yang juga pembina UKM Kerohanian Islam UBSI mengemukakan behwa penyelesaian permasalahan penyalahgunaan narkoba secara komprehensif tidak bisa dilakukan kecuali dengan mengembalikan setiap insan (manusia) kepada penghayatan atas nilai-nilai agama sebagai benteng dan garda utama untuk mencegah dari segala macam keburukan termasuk diantaranya penyalahgunaan narkoba.

Narkoba sudah kita ketahui bersama dapat merusak jiwa dan akal seseorang. Serta berbagai dampak bahayanya sebagaimana telah banyak dijelaskan oleh pakar Kesehatan di seluruh penjuru dunia. Para ulama islam berbagai madzhab sejak  dahulu pun telah menjelaskan mengenai hukum haramnya penggunaan penyalahgunaan narkoba. Narkoba merupakan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang istilah lain yang diperkenalkan adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotikapsikotropika, dan zat adiktif.

Narkotika dapat menimbulkan dampak penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. zat pada obat ini berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis.

Psikotropika merupakan zat atau obat yang bekerja menurunkan fungsi otak serta merangsang susuan syaraf pusat sehingga menimbulkan reaksi berupa halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan perasaan yang tiba-tiba, dan menimbulkan rasa kecanduan pada pemakainya. Jenis obat-obatan ini bisa ditemukan dengan mudah di apotik, hanya saja penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Efek kecanduan yang diberikan pun memiliki kadar yang berbeda-beda, mulai dari berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan hingga ringan.(bnn.go.id)

Bahan adiktif lainnya merupakan zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang dapat berdampak pada kerja otak serta menimbulkan efek ketergantungan. [UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika].Bahaya Narkoba sesuai dari dampak yang ditimbulkannya  dapat berpengaruh menimbulkan efek-efek tertentu yakni

1. Depresan, aktivitas fungsional tubuh menjadi berkurang karena melambatnya fungsi system syaraf pusat. Kondisi ini menyebabkan pemakai merasa tenang, , memberi rasa Bahagia menimbulkan rasa melambung tinggi dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri

2. Stimulan, Mendorong rangsangan pada sistem saraf pusat dan berdampak pada meningkatknya kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran. Obat ini dapat bekerja dengan menimbulkan pengurangan rasa kantuk karena lelah, pengurangan nafsu makan,serta  mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.

3. Halusinogen, Dapat membuat perubahan rangsangan indera yang jelas  serta perubahan pada suasanan perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan halusinasi.

Seorang pakar kesehatan pernah mengemukakan bahwa narkoba pasti akan mengantarkan pada hilangnya fungsi kelima hal yang mana mengenai prihal ini islam benar-benar menjaganya. narkoba dapat merusak agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.

para ulama telah menjelaskan bahwa narkoba ini masuk dalam pembahasan mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa).

Para ulama bersepakat mengenai haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat sebagaimana pernah dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah  yang dikutip dari muslim.or.id berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Pengaruh lingkungan melalui pergaulan (pertemanan) memiliki dampak yang besar dalam menejerumuskan seseorang dalam keburukan demikian sebaliknya pengaruh lingkunganpun dapat mengajak seseorang pada kebaikan. “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa).

Disinilah pentingnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama sebagai upaya benteng utama dalam menghindar dari buruknya pergaulan dan melakukan hal-hal yang nista termasuk guna menjegah agar tidak terjerumus dalam bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sebagaimana kita ketahui di masa pandemi ini dikala banyak aktifitas perekonomian dan berbagai kehidupan manusia sempat terhenti atau terhambat namun tidak berlaku buat penyalahgunaan narkoba, tidak saja pada masyakat umum bahkan sejumlah figur public tertangkap tangan dalam kasus narkoba dalam masa pandemi ini.

Dilansir dari Merdeka.com, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, peredaran narkoba mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Dia menduga, penyebabnya karena selama pandemi banyak warga yang berada di rumah saja dan akhirnya menyalahgunakan obat.

Mencermati kejadian-kejadian fenomena saat ini sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menolak penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang mana segenap Civitas Akademika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pernah menyatakan deklarasi anti narkotika dan obat-obatan terlarang Bersama BNN yang di ikuti oleh ribuan mahasiswa UBSI.

Sampai saat ini Civitas Akademika Universitas Bina Sarana Informatika tetap konsisten untuk merealisasikannya dengan mendukung pemerintah melalui BNN RI dan Artipena menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang dalam segala macam jenis maupun bentuknya guna menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari penyalahgunaan  dan peredaran gelap narkoba dengan mengoptimalisasikan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan perguruan tinggi Universitas Bina sarana Informatika.

Bentuk kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba akan dilaksanankan dalam bentuk Webinar melalui pelaksanaan secara virtual pada Sabtu (11/9) Zoom Meeting, pukul 09.00 WIB hingga selesai. Ibnu Fajar Al Had, Selaku Ketua Pelaksana Kegiatan dari UKM Kerohanian Islam Universitas Bina Sarana Informatika menjelaskan bahwa kegiatan webinar ini bertujuan untuk mengingatkan para mahasiswa agar tidak mencoba dan menyalahgunakan obat-obatan berbahaya karena akan menghancurkan masa depan generasi muda, bangsa dan negara. Hidup sehat tanpa narkoba cerdas dalam bergaul dengan iman yang kuat diharapkan kita semua dapat terhindar dari obat obatan berbahaya demi keselamatan generasi muda khususnya maupun seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kegiatan akan dipandu oleh Haitsam selaku Staff Departement.... LDK Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan menghadirkan narasumber H. Rustam Fauzi, SE., M.AK. , selaku Wakil Ketua Gerakan Anti Narkotika dan Miras Nasional (GANMN) serta sebagai Pengurus DPP Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA).

Kegiatan ini, diperuntukkan untuk mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika. Maupun sejumlah undangan-undangan peserta lainnya buat berpartisipasi mengikuti webinar ini. Untuk calon peserta webinar dapat mendaftarkan diri melalui link https:// bit.ly/PendaftaranSeminarAntKoba. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor http://wa.me/6285268128273 (Karisma) dan http://wa.me/6281213683970 (Ibnu). 

 

 

  • Penulis iav
  • 08 September 2021
  • dilihat 98

KEMAHASISWAAN UBSI


KEMAHASISWAAN UBSI


Portal Informasi Kemahasiswaan Universitas Bina Sarana Informatika. Organisasi Mahasiswa, Kompetisi, Event, Kegiatan Mahasiswa, Prestasi mahasiswa dan informasi tentang kampus.

INFORMASI


Rektorat :
Jl. Kramat Raya No.98, RT.002/RW.009, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10420, Indonesia

Telp : +622121231170

Email : kemahasiswaan@bsi.ac.id

IG : @kemahasiswaan.ubsi

WEBSITE LAINNYA


e-Journal UBSI

Repository UBSI

e-Learning UBSI

e-Library UBSI

IKATAN ALUMNI UBSI

Bidang Kemahasiswaan UBSI @2020