Belajar Sambil Berkarya Siswa SDN Karang Indah 01 Antusias Ikuti Kegiatan Mozaik BSI Explore 2026
- Penulis: Irwin Ananta Vidada, SE, MM
- 27 Agustus 2026
- dilihat: 12
Belajar Sambil Berkarya Siswa SDN Karang Indah 01 Antusias Ikuti Kegiatan Mozaik BSI Explore 2026 Belajar Sambil Berkarya Siswa SDN Karang Indah 01 Antusias Ikuti Kegiatan Mozaik BSI Explore 2026 KARANG INDAH— Siswa SDN Karang Indah 01, Desa Karang Indah, Kabupaten Bekasi, antusias mengikuti kegiatan mozaik berbahan sampah plastik yang digelar mahasiswa BSI Explore 2026 pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana belajar kreatif sekaligus mengajak anak-anak memahami bahwa sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya seni bernilai edukatif. Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria dan interaktif. Para siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai pemanfaatan kembali sampah plastik sebelum diajak membuat mozaik. Bahan-bahan yang digunakan dipilih dan disiapkan terlebih dahulu, kemudian disusun sesuai pola hingga membentuk gambar atau karya tertentu. Di tengah kegiatan, anak-anak tampak bersemangat memilih bahan dan menentukan susunan warna untuk karya masing-masing. Sebagian siswa bekerja secara mandiri, sementara lainnya berdiskusi dengan teman atau meminta arahan mahasiswa pendamping. Suasana tersebut membuat proses belajar berlangsung lebih cair karena siswa dapat memperoleh pengetahuan sekaligus menyalurkan kreativitas. Kohar Hanapi, Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, mengatakan kegiatan mozaik dipilih untuk memperkenalkan cara pandang baru kepada anak-anak dalam melihat sampah plastik. Menurutnya, sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang dibuang apabila masyarakat memiliki kreativitas untuk mengolahnya. “Dengan adanya kreativitas tersebut, anak-anak menjadi tahu bahwa sampah plastik tidak hanya bisa dibuang atau dibakar, tetapi bisa dimanfaatkan sekreatif mungkin. Contohnya pada kegiatan kita hari ini, yaitu mozaik sampah,” ujar Kohar. Ia menilai kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan. Selain menghasilkan karya, anak-anak juga belajar bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses yang kreatif. “Harapannya, anak-anak tidak lagi melihat sampah plastik hanya sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dari kegiatan mozaik ini, mereka bisa belajar memilah, memanfaatkan, dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai,” kata Kohar. Proses pembuatan mozaik juga memberikan manfaat bagi perkembangan kreativitas siswa. Mereka dituntut menentukan warna, menyusun potongan bahan, mengikuti pola, serta menyelesaikan karya hingga tahap akhir. Aktivitas tersebut melatih ketelitian, kesabaran, koordinasi tangan dan mata, sekaligus kemampuan mengambil keputusan secara sederhana. Lebih jauh, kegiatan ini memperkenalkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui metode yang dekat dengan dunia anak. Edukasi mengenai sampah tidak disampaikan hanya melalui penjelasan, tetapi langsung dipraktikkan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Pendekatan tersebut membuat pesan mengenai pemanfaatan kembali barang bekas lebih mudah dipahami. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Mereka belajar bagaimana menyampaikan gagasan lingkungan dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan usia siswa. Mahasiswa juga perlu memahami karakter setiap peserta agar kegiatan berjalan nyaman dan anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Interaksi selama kegiatan turut menciptakan hubungan positif antara mahasiswa dan masyarakat Desa Karang Indah. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah memberikan pengalaman baru bagi siswa, sedangkan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami kebutuhan edukasi anak secara langsung. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat berlangsung melalui kegiatan sederhana yang memiliki manfaat nyata. BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika. Program ini berlangsung pada 5 hingga 25 Agustus 2026 dan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih dalam mengaplikasikan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan di tengah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas enam mahasiswa dan berada di bawah bimbingan seorang Dosen Pendamping Lapangan untuk memastikan program kerja berjalan sesuai tujuan dan menghasilkan luaran yang diharapkan. Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Kegiatan bersama siswa SDN Karang Indah 01 menjadi salah satu bentuk interaksi mahasiswa dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Dari potongan sampah plastik yang sederhana, siswa belajar bahwa kreativitas dapat mengubah cara seseorang memandang lingkungan. Kegiatan mozaik di SDN Karang Indah 01 pun menjadi pengingat bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal kecil, selama disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Setiap karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi hasil kreativitas anak, tetapi juga menjadi langkah kecil menuju kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.
