Optimalisasi Digital Branding untuk UMKM, BSI Explore Gandeng Kader Posyandu Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Karang Indah
- Penulis: Irwin Ananta Vidada, SE, MM
- 25 Agustus 2026
- dilihat: 11
BEKASI, 19 Agustus 2026 — Upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital dilakukan mahasiswa BSI Explore 2026 bersama kader Posyandu di Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/8/2026). Kegiatan yang mengangkat tema optimalisasi digital branding untuk UMKM tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong pelaku usaha lokal agar mampu memperkenalkan produk secara lebih luas melalui media digital. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa BSI Explore dengan kader Posyandu dan masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis usaha rumahan maupun produk lokal. Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya identitas merek, mahasiswa turut membuka ruang diskusi mengenai cara sederhana memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta memperluas jangkauan pemasaran. Humas kelompok utama 11 BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Laura , mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pengetahuan digital dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, digitalisasi tidak selalu harus dimulai dengan strategi yang rumit. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa digital branding bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuat identitas produk yang jelas, mengambil foto yang menarik, kemudian memperkenalkannya melalui media sosial secara konsisten,” ujar Laura. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi secara interaktif dengan menyesuaikan materi terhadap kondisi dan pengalaman peserta. Pembahasan mencakup pengenalan digital branding, pentingnya nama dan identitas produk, pemanfaatan media sosial, pembuatan konten sederhana, hingga cara menyampaikan informasi produk agar lebih menarik bagi calon pembeli. Kehadiran kader Posyandu turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selama ini, kader tidak hanya berperan dalam mendukung kegiatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki kedekatan dengan warga sehingga dapat menjadi penghubung dalam penyebaran pengetahuan dan penguatan potensi ekonomi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan agar tidak berhenti pada satu pertemuan. Salah seorang kader Posyandu yang mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa materi digital branding memberikan wawasan baru mengenai cara memperkenalkan produk yang selama ini masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. “Selama ini kami lebih sering menawarkan produk kepada orang-orang sekitar. Setelah mendapatkan penjelasan ini, kami jadi tahu bahwa media sosial bisa digunakan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan komunikasi dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata. Interaksi langsung dengan masyarakat membuat mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga belajar memahami kebutuhan, kendala, serta potensi yang dimiliki warga Desa Karang Indah. Dosen Pendamping Lapangan turut mendorong agar kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyampaian materi, melainkan dapat menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan mahasiswa pun diarahkan agar sederhana, aplikatif, dan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat. “Yang terpenting bukan hanya masyarakat memahami digital branding, tetapi mereka mampu mempraktikkannya sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki. Dari langkah kecil yang konsisten, peluang untuk berkembang akan semakin terbuka,” tutur Dosen Pendamping Lapangan. Kolaborasi mahasiswa dan kader Posyandu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang untuk menghubungkan potensi lokal dengan pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong masyarakat agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bagi Desa Karang Indah, penguatan kemampuan digital di tingkat masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih dikenal dan berdaya saing. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan menghadirkan pengetahuan yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sekilas Tentang BSI Explore 2026 BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) unggulan yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. BSI Explore 2026 dilaksanakan pada 5–25 Agustus 2026 dengan melibatkan mahasiswa dalam tim yang ditempatkan di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan berada di bawah bimbingan seorang Dosen Pendamping Lapangan. Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kemampuan digital, memperkuat potensi usaha lokal, serta membangun semangat kemandirian. Dari Desa Karang Indah, pengetahuan sederhana tentang teknologi diharapkan dapat tumbuh menjadi peluang baru yang memberi manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
