Gemilang di Panggung Internasional, Mahasiswa UBSI Muhammad Sayyid Raih Dua Emas di Kejuaraan Bulutangkis Asia Pasifik 2026
- Penulis: Irwin Ananta Vidada, SE, MM
- 09 Oktober 2026
- dilihat: 19
PENANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Muhammad Sayyid Az Zahiri sukses meraih dua medali emas dalam ajang Asia Pacific Deaf Badminton Championship 2026 yang berlangsung pada 3–9 Oktober 2026 di Penang Badminton Association, Penang, Malaysia.
Mahasiswa UBSI tersebut tampil gemilang pada dua nomor sekaligus, yakni ganda campuran dan ganda putra. Pada nomor ganda campuran, Sayyid berpasangan dengan Ghania Fadhillaatun Nisa, sedangkan pada nomor ganda putra ia berduet dengan Muhammad Raihan Gilang A.
Keberhasilan meraih dua gelar juara pertama ini menjadi pencapaian istimewa, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di panggung olahraga internasional.
Perjuangan, Konsistensi, dan Kerja Sama di Lapangan
Meraih prestasi di tingkat internasional bukan sekadar perkara memenangkan pertandingan. Atlet dituntut memiliki kedisiplinan, kesiapan fisik dan mental, serta kemampuan menjaga fokus ketika menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang kompetitif.
Bagi Muhammad Sayyid, keberhasilan membawa pulang dua medali emas menjadi bukti pentingnya proses dan konsistensi dalam mengejar prestasi. Bertanding pada dua nomor berbeda juga menuntut kesiapan untuk membangun chemistry dengan pasangan, menyesuaikan strategi permainan, serta menjaga performa sepanjang kompetisi.
Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keterbatasan dalam pendengaran tidak menghalangi atlet untuk menunjukkan kemampuan, daya juang, dan kompetensi di arena olahraga. Melalui kerja keras dan kesempatan untuk berkembang, atlet tuli dapat berkompetisi serta mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Pembina UKM Bulutangkis UBSI Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Pembina UKM Bulutangkis UBSI, Popon Handayani, M.Kom., menyambut positif pencapaian Muhammad Sayyid yang berhasil meraih dua medali emas pada kejuaraan tingkat Asia Pasifik tersebut.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UBSI sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Keberhasilan Sayyid juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani mengikuti kompetisi, dan menjadikan proses latihan serta pengalaman bertanding sebagai bagian dari perjalanan meraih prestasi.
UBSI Dorong Mahasiswa Berprestasi dan Berdaya Saing Global
Prestasi Muhammad Sayyid Az Zahiri memperkuat pentingnya pembinaan kegiatan kemahasiswaan sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, karakter, kedisiplinan, dan daya saing mahasiswa.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Sayyid dan rekan-rekan tandingnya, tetapi juga membawa nama UBSI dan Indonesia ke panggung olahraga internasional.
Dua medali emas tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi lahir melalui proses, ketekunan, dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. UBSI diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan menorehkan pencapaian yang membanggakan di berbagai bidang.
Tentang Prestasi
-
Nama atlet: Muhammad Sayyid Az Zahiri
-
Perguruan tinggi: Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
-
Kompetisi: Asia Pacific Deaf Badminton Championship 2026
-
Lokasi: Penang Badminton Association, Penang, Malaysia
-
Waktu: 3–9 Oktober 2026
-
Medali emas 1: Ganda campuran bersama Ghania Fadhillaatun Nisa
-
Medali emas 2: Ganda putra bersama Muhammad Raihan Gilang A
-
Pembina UKM Bulutangkis UBSI: Popon Handayani, M.Kom.
