Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Peluang Karier Global, UKM Bahasa UBSI Tasikmalaya Gelar Level Up English Series
- Penulis: Miftah Farid Adiwisastra, ST, M.Kom
- 31 Oktober 2026
- dilihat: 19
Tasikmalaya – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan Hang Out English Regular Class bertajuk “Level Up English Series”. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (31/10/2026) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pendidikan dan karier internasional. Menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang dan pengalaman berbeda, kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tata bahasa, tetapi juga keberanian berkomunikasi dan kesiapan menghadapi persaingan global.
Acara dipandu oleh Muhammad Abdul Fikriansyah selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Pembina UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya, Miftah Farid Adiwisastra, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan pengembangan diri. Ia menekankan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kepercayaan diri mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Aisyah Sabila Nailaturrahmah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong mahasiswa untuk semakin aktif mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Sesi pertama menghadirkan Yani Sri Mulyani, dosen Bahasa Inggris UBSI, yang menyampaikan materi bertajuk “Speak Up, Stand Out: From Fear to Fluent”. Dalam pemaparannya, Yani menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari bahasa Inggris bukan semata-mata keterbatasan kosakata atau tata bahasa, melainkan rasa takut melakukan kesalahan ketika berbicara. Menurutnya, banyak mahasiswa sebenarnya telah memiliki pengetahuan dasar bahasa Inggris, tetapi masih merasa ragu untuk menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari karena terlalu berfokus pada kesempurnaan tata bahasa.
“Jangan takut salah grammar, tenses, atau susunan kata yang kurang tepat. Kunci utama dalam menguasai bahasa adalah konsistensi dan keberanian untuk mempraktikkannya. Kalian bisa mulai dari hal sederhana, seperti melatih diri berbicara bahasa Inggris selama 60 detik setiap harinya,” jelas Yani.
Selain memberikan motivasi, Yani juga membagikan sejumlah strategi praktis untuk mengatasi kecemasan ketika berbicara di depan umum. Strategi tersebut meliputi teknik pengendalian diri selama 60 detik sebelum berbicara, penyusunan pesan secara terstruktur, serta membangun pola pikir bahwa komunikasi yang jelas lebih penting daripada tuntutan untuk selalu sempurna.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun kebiasaan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara bertahap, konsisten, dan percaya diri.
Pada sesi berikutnya, Atep Adiwiharja hadir membawakan materi bertajuk “English: Your Ultimate Level-Up Ticket”. Melalui pengalaman perjalanan hidup dan kariernya, Atep memberikan perspektif mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu keterampilan yang dapat membuka akses terhadap berbagai kesempatan di tingkat internasional. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan dunia kerja global memberikan peluang semakin luas bagi generasi muda, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan luar negeri, membangun jejaring profesional internasional, hingga bekerja secara jarak jauh (remote work). Atep juga membagikan pengalaman serta langkah praktis dalam mencari informasi beasiswa, khususnya peluang pendidikan di Kanada, sekaligus memanfaatkan media sosial dan komunitas daring sebagai sarana meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
“Bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah atau pengetahuan teoritis, melainkan sebuah jembatan dan tiket emas yang membuka pintu-pintu kesempatan luar biasa di masa depan, baik itu untuk melanjutkan studi maupun meniti karier di tingkat internasional,” ungkap Atep.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat bahasa Inggris sebagai investasi keterampilan jangka panjang yang dapat menunjang pengembangan diri, pendidikan, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Penyelenggaraan Hang Out English Regular Class menjadi salah satu bentuk kontribusi UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai strategi meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya keterampilan bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama secara virtual. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Ke depan, UKM Bahasa UBSI Kampus Tasikmalaya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa, khususnya dalam membangun keberanian berkomunikasi, memperkuat kompetensi bahasa asing, dan mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.
